Adat Sabung Ayam Dari Pulau Raijua

Adat Sabung Ayam Dari Pulau Raijua, Kegiatan Sabung ayam bukanlah seperti yang kita kira yaitu kedua ekor ayam jago yang diletakkan bersamaan lalu bertarung hinggah berdarah dan salah satu mati. Suku Raijua mengatakan bahwa sabung ayam itu merupakan suatu wujud perdamaian di wilayah NTT Nusa Tenggara Timur.

Adat Sabung Ayam Dari Pulau Raijua

Kenyataan Sabung Ayam Suku Raijua

 

Masyarakat pulau Raijua selalu mengadakan acara adat Dabba Ae. Upacara ini merupakan ritual perdamaian dari masyarakat Raijua. Pada zaman dahulu sering terjadi konflik yang menyebabkan korban jiwa dipulau Raijua.

Para Petua Adat ( Mone Ama ) di sana telah melakukan musyawarah untuk mencari solusi agar tidak terjadinya konflik yang menyebabkan korban jiwa. Telah disepakati bahwa perang antar manusia akan digantikan dengan adat sabung ayam. Sampai saat ini adat sabung ayam di pulau Raijua disebut Dabba Ae ( Piu Manu ).

Ritual Adat Dabba Ae Di Raijua

Ritual ini muncul saat masyarakat Raijua menyadari tidak boleh berperang. Akhirnya di ganti dengan Piu Manu. Hal ini di utarakan oleh Pau Dea.
Pau dea adalah salah satu tetua adat yang dinobatkan sebagai Deo Rai Pau Dea (Tuhan Dunia). Ia juga mengatakan. ritual yang merupakan upacara adat sakral ini dilaksanakan setiap tahun pada Warru Dabba.

Warru Dabba adalah hitungan almanak / kalender adat di pulau Raijua. Warru Dabba dalam hitungan kalender masehi jatuh pada bulan April. Ritual Dabba Ae ini dikuti oleh sekitar 38 kelompok adat / Ada Manu yang terdiri dari kelompok Kerogo hingga kelompok Udu di pulau Raijua. Ritual ini dimulai dengan pemukulan tambur / gong oleh kelompok adat Ada Manu dilanjutkan dengan ritual Peharo / pelepasan ayam pertama.

Dabba Ae Bukti Wujud Perdamaian Dunia

Menurut salah satu peserta ritual dari kelompok Ada Manu Nadaibu, ritual adat Dabba Ae merupakan bukti kebersamaan dan persaudaraan dalam mewujudkan perdamaian.

Hendaknya ritual adat yang sudah berlangsung sejak ribuan tahun silam ini, tetap bisa di jaga kelestariannya oleh generasi selanjutnya.

Adat Dabba Ae bisa dikatakan sebagai wujud peduli antar sesama dan menjunjung tinggi nilai HAM, terutama hak hidup seseorang.

Ini menjadi satu kebanggaan masyarakat Raijua, mereka telah mengerti arti HAM walau nenek moyang mereka belum mengecap pendidikan / sekolah.

Ritual Dabba Ae juga merupakan awal Sabu Raijua mendeklarasikan diri sebagai salah satu suku di dunia yang peduli hak hidup dan perdamaian.

 

Demikian Adat Sabung Ayam Dari Pulau Raijua yang wajib kalian para botoh pemula ketahui. Semoga artikel yang sabungovo sampaikan bermanfaat untuk kesehatan serta menambah stamina bagi ayam aduan kalian. Ikuti terus artikel terupdate kami seputar sabung ayam / ayam aduan ,Terima kasih.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *