Penyebab Terserangnya Penyakit Pada Ayam Kampung

Penyebab Terserangnya Penyakit Pada Ayam Kampung, Ayam kampung adalah ayam yang diketahui mempunyai sistem kekebalan tubuh yang lebih baik dibandingkan dengan jenis ayam lainnya. Sehingga ayam kampung tahan pada keadaan cuaca yang ekstrim dan tahan pada penyakit, tetapi bukan berarti ayam kampung tidak bisa sakit. Nyatanya para peternak ayam kampung juga pernah mengalami keluhan ayam ternak mereka terserang penyakit.

Penyebab Terserangnya Penyakit Pada Ayam Kampung

Berikut Beberapa Penyebab Ayam Kampung Terkena Penyakit :

Penyakit Tetelo (ND)
Penyakit Tetelo (ND) adalah salah satu virus mematikan yang paling sering menyerang ayam kampung para peternak.
Kebanyakan ayam yang terkena TETELO sudah di pastikan akan mati.

Untuk penyakit ayam jenis tersebut sampai saat ini masih belum ada pengobatannya, Maka harus sesegera mungkin para peternak ayam kampung untuk melakukan pencegahan dini.

Berak Kapur
Penyakit berak kapur juga disebabkan oleh virus dan berbahaya apabila tidak segera di tangani.

Untuk mengobati penyakit kapur kita dapat memberikan rebusan air daun pepaya atau temu lawak.

Tembolok Ayam Keras
Tembolok yaitu penyakit dimana tempat penyimpanan makanan ayam menjadi keras. Akibat terjadinya penyakit seperti ini disebabkan oleh makanan yang terlalu keras , sehingga sulit di cerna oleh ayam.

Cara mencegahnya yaitu jangan memberikan makanan yang terlalu keras kepada ayam, agar dapat di cerna.

Kelumpuhan
Sebenarnya banyak penyebab terjadinya lumpuh salah satunya kondisi kandang terlalu lembab dan tidak ada sinar atau cahaya matahari yang masuk ke dalam kandang.

Cara mengobati ayam lumpuh secara alami yaitu menggunakan minyak kayu putih dibagian tubuh ayam yang bengkak sambil di urut.

Demikian Penyebab Terserangnya Penyakit Pada Ayam Kampung untuk kalian para botoh pemula. Semoga artikel yang sabungovo sampaikan bermanfaat untuk kesehatan serta menambah stamina bagi ayam aduan kalian. Ikuti terus artikel terupdate kami seputar sabung ayam / ayam aduan ,Terima kasih.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *