Langkah Merawat dan Menambah Stamina Pada Sabung Ayam

Langkah Merawat dan Menambah Stamina Pada Sabung Ayam

semua penggemar ayam petarung seperti ayam bangkok aduan tentu mengharapkan jagoannya sehat dan mempunyai stamina sempurna saat turun di medan laga. Juga didambakan dapat memenangi pertempuran.

Langkah Merawat dan Menambah Stamina Pada Sabung Ayam

Kemampuan gaya tarung yang hebat, kecerdasan strategi, postur badan, kelengkapan alat perang, serta kelengkapan istimewa bertuah yang lain tentu menjadi faktor-faktor pendukung utama. Tetapi itu semua jadi tak berarti jika ayam tidak sehat, fisik lemah, stamina juga gampang loyo. Kesehatan dan stamina fisik ayam petarung Anda sangatlah bergantung dari resep makanan dan cara menjaga ayam bangkok aduan.

Berikut daftar makanan yang menjadi resep rahasia dalam langkah menjaga ayam bangkok siap aduan. Anda dapat mendapatkannya dengan gampang di market.

Pharmaton Formula.
Sakatonik Liver.
Telur bebek dan telur ayam kampung.
Tieh Thae Wan.
Gula Merah.
Kencur.
Merica (Lada).
Tomat.

Suplemen diatas bermanfaat untuk meningkatkan stamina serta imunitas badan, meningkatkan darah (menahan anemia), meningkatkan vitalitas tenaga, meningkatkan stamina serta memenuhi keperluan nutrisi mikro, kesehatan dan kelenturan otot, meregangkan ketegangan otot, menghilangkan rasa sakit sesudah bertarung, menyehatkan pernapasan, memperbaiki kemampuan paru-paru supaya mempunyai nafas panjang serta tidak gampang capek waktu bertarung, memperkuat kaki supaya kuat, tidak gampang lemas, memenuhi keperluan vitamin C, menahan ayam dehidrasi, melakukan perbaikan stamina, serta memperkuat imunitas badan.

Rincian suplemen diatas harus diberikan setiap hari. Terutama sebelum si ayam akan bertarung. Jadwal dan dosis yang pas adalah kunci sukses merawat dan memperbesar ayam-ayam petarung Anda berubah menjadi petarung handal serta mempunyai mental juang sebagai juara sejati. Kesalahan memberikan paduan resep diatas akan berakibat fatal.

Merawat dan Melatih Sabung Ayam

Sebelum merawat dan melatihnya, harus kita ketahui dahulu prinsip dasar dan arah melatih/merawat sabung ayam.
Perawatan serta latihan tujuannya untuk meningkatkan kualitas Otot, Stamina dan Tenaga.

Saat ayam kapasitasnya menurun, kita harus dapat menganalisa apa yg kurang. Apakah otot, stamina, tenaga, atau campuran dari 2 atau 3 factor tersebut?
Mari kita bahas satu persatu…

Stamina :
Daya tahan badan untuk bekerja dalam waktu yang optimal (endurance). Dalam bahasa per-ayaman lebih dikenali dengan istilah ‘napas’.

Ciri ayam kurang stamina :
– Yang sangat jelas terlihat adalah napas ayam yg ngap2an meski udah diairi dengan benar.
– Sisi dada membengkak cukup keras.

Stamina dapat dinaikkan cuma dengan menjalani latihan yg teratur. Langkah melatihnya bisa seperti : Kliter, renang, umbar, gebrak bungkus patuk, jantur, dll.
Semakin sering ayam dilatih, maka semakin terbiasa bekerja keras (miliki stamina).

Tenaga :
Power atau daya yg dapat membuat otot kerja.

Ciri – ciri kurang tenaga :
– Power pukulan tidak maksimal.
– Kaki terlihat berat memukul.
– Kuda2 lemah.

Banyak yg salah kaprah jika tenaga dikarenakan kurang latihan. Walau sebenarnya, dengan latihan tenaga akan terkuras serta ayam capek. Makin dilatih, ayam akan semakin terkuras tenaganya.
Jadi jika ayam kita kurang tenaga, seharusnya jangan sampai digebrak dulu.
Tenaga dapat diperoleh dari Makanan yg bergizi, suplement/jamu dan istirahat yg cukup.

Pakan sumber daya/tenaga : yang banyak mengandung karbohidrat dan glukosa.

Otot :
Jaringan pada tubuh yg bekerja membuat kontraksi untuk menggerakan anggota badan.
Ciri – ciri ayam belum berotot :
– Pukulan ngawur tidak tepat sasaran.
– Langkah terseok2.
– Sayap lunglai.

Stamina dan tenaga dapat dikejar dengan latihan rawatan yg maksimal (campur tangan manusia). Tetapi perkembangan otot berjalan dengan alami.
Itu penyebabnya, ayam muda akan kalah berotot dibandingkan ayam yg telah berusia. Ayam tumbuh besar s/d umur 10 bulan. Sebelum umur 10 bulan, otot tidak berkembang optimal karena asupan makanan di pusatkan untuk perkembangan badan pada umumnya.

Ayam yang dipaksakan perkembangan ototnya sebelum cukup umur, akan terlihat kerdil karena pertumbuhannya terhambat.
yang mesti dilakukan untuk ayam – ayam muda adalah melatih dan membentuk ototnya dengan bertahap sesuai dengan usianya.

Untuk memaksimalkan perkembangan otot, ayam harus dilatih seperti membentuk stamina. Diluar itu ayam harus diberi asupan protein untuk bahan pembentukan ototnya.

Mudah – mudahan dari rincian di atas dapat menjadi metode sebagai apa yang harus kita lakukan sewaktu kemampuan ayam kita sudah kurang maksimal.
Sebagai contoh, ayam yang terus-terusan dilatih, juga bakal kekurangan tenaga saat di abar/di adu. Untuk itu, sesudah dilatih, ayam mesti diberi makan, suplement/vitamin dan istirahat yang cukup untuk memulihkan tenaganya. Jangan lupa diberi extra food tinggi protein agar otot dapat berkembang maksimal.

Mengenai metode latihnya, setiap perawat memiliki resep masing – masing. Semuanya benar. Yang penting kita harus tahu prinsip – prinsip dasarnya.

Akhir Kata,setelah seluruh upaya kita memberikan latihan serta menjaga pola makan pada ayam, hal terakhir yang kita lakukan adalah berharap semoga ayam yang akan kita turunkan ke gelanggan bisa menang.
Jangan Lupa, apa pun cerita dan akhirnya, Ayam dapat kalah dengan ayam, Jika memang kita akan memutuskan untuk turun ke gelanggang, karena itu kalah atau menang adalah soal yang biasa dan harus kita terima.Tetapi walau begitu paling tidak kita sudah melakukan usaha yang maksimal pada ayam yang kita sayangi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *